Header Ads

MA BDMS Melakukan Bimbingan Teknis Pengolahan Kopi di Malinau Selatan

Foto bersama peserta, pemateri, dan pelaksana pelatihan pengolahan kopi di Malinau. Foto: I Gede

Mediacsrindonesia.com – Malinau – Departemen CSR PT Mitrabara Adiperdana, Tbk. dan PT Baradinamia Mudasukses (MA BDMS) menggandeng Dinas PMD kabupaten Malinau dan Puslitbang Kementerian Perisndustrian mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Pengolahan Kopi kepada para petani di Malinau Selatan. Kegiatan yang dilaksanakan pada 7 – 9 Agustus 2018 tersebut bertempat di Balai Pertemuan Umum Desa Long Loreh, Kecamatan Malinau Selatan.

Malinau sendiri merupakan salah satu daerah penghasil kopi yang layak diberikan perhatian karena memiliki sebuah potensi untuk terus dikembangkan. Namun memang perlu disadari bersama bahwa eksistensinya masih kalah dengan daerah lain. MA BDMS sendiri selaku perusahaan yang berada di wilayah Malinau selatan yang sekelilingnya terdapat  perkebunan kopi, memiliki tanggung jawab sosial untuk mengembangkan potensi yang ada. Sekaligus kegiatan tindak lanjut MA BDMS dengan Desa Loreh dalam pengembangan ekonomi desa melalui industrialisasi pertanian komoditas kopi. Jenis Kopi di Malinau Selatan ini termasuk dalam kategori Robusta.

Kegiatan bimbingan teknis ini dihadiri oleh ± 30 petani kopi lokal se-Malinau Selatan. Kegiatan ini sangat antusias sekali diikuti oleh para peserta dengan pemateri menjelaskan proses industrialisasi kopi dari hulu hingga hilir. 

Penjelasan dari hulu ke hilir dikarenakan dalam setiap prosesnya merupakan tahapan yang penting yang harus dipahami bagi pelaku usahanya untuk mendapatkan sebuah kualitas yang baik dan disukai oleh konsumen. Kegiatan bimbingan teknis ini selain berupa teori, petani diajari bagaimana memroses kopi dari cara menyangrai, mengemas kemasan yang menarik, hingga kunjungan ke kebun kopi untuk mendapatkan pengetahuan cara pembudidayaan yang baik dan benar.
Peserta pelatihan tidak hanya berkutat teori, melainkan juga praktik langsung. Foto: I Gede

Bagi MA BDMS, pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan saat ini menjadi fokus utama dalam kegiatan CSR mereka. “Besar harapan pelatihan ini bisa membawa kebaikan ekonomi masyarakat terlebih bisa menciptakan sebuah brand daerah Malinau Selatan sebagai daerah penghasil kopi. Tentunya akan banyak tantangan kedepan dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis SDA lokal, kami dari CSR MA BDMS tentu saja akan siap mendampingi para petani dalam setiap proses yang dijalankan,” ujar I Gede Agus S, Dept. Head CSR PT MA BDMS, dalam siaran beritanya.

Selain itu, MA BDMS berharap dengan kegiatan ini tentunya akan dijadikan cikal bakal terbentuknya sebuah unit usaha BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) yang dapat menjadi pemasukan dalam pembangunan masyarakat. Mengingat usaha kopi membutuhkan segala sesuatu yang ekstra, bersama pemangku kepentingan terkait kami ingin mendorong tidak hanya sekedar BUMDES milik satu desa tapi juga BUMDES bersama yang dikelola oleh desa-desa di Kecamatan Malinau Selatan.

Mina Lawai, Kepala Desa Long Loreh, menyampaikan bahwa kegiatan ini buah dari diskusi bersama CSR PT MA yang memiliki kesamaan visi misi bersama Pemerintah Desa Long Loreh dalam pengembangan ekonomi kemasyarakatan lewat industri kopi. 

“Sangat menarik dan memberikan kami pengetahuan yang baik bagi kami untuk mengembangkan kopi yang ada di Malinau Selatan, khususnya di Desa Long Loreh. Memang disini masih lumayan banyak kebun kopi namun petani tidak tahu cara pembudidayaannya yang baik itu seperti apa, kemudian cara pengelolaan hingga pemasarannya bagaimana masih belum tahu mengingat masih terbatasnya informasi ke kami. Tindak lanjutnya setelah kegiatan ini bersama-sama kami ingin jadikan menjadi sebuah unit usaha desa, BUMDES, yang akan kami jadikan motor pembangunan ekonomi kerakyatan di daerah kami,” jelas Mina Lawai. (dra)

Diberdayakan oleh Blogger.