Header Ads

72 Perusahaan Ditetapkan Sebagai Pemenang TOP CSR 2018

Penyelenggara sedang menjelaskan tentang kegiatan TOP CSR 2018. Foto: Istimewa

Terdapat 150 perusahaan terkemuka dari berbagai sektor industri yang turut berpartisipasi pada acara penganugrahan TOP  CSR (Corporate Social Responsibility) 2018. Kegiatan yang mengusung tema Great CSR for Great Business itu digelar di The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (4/10/2018). Acara sendiri dihadiri sekitar 450 orang dari kalangan direksi, komisaris, staf CSR, dan pemerintah.

Top CSR adalah kegiatan penilaian dan pemberian penghargaan kepada kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Penilaian CSR/PKBL ini didasarkan pada keterkaitan CSR terhadap tiga hal, pertama, ISO 26000, kedua, strategi bisnis yang menggunakan pendekatan Create Shared Value (CSV), dan ketiga praktek Good Corporate Governance (GCG).  

Dari 150 perusahaan yang mengikuti penilaian, sebanyak 72 perusahaan ditetapkan menjadi pemenang TOP CSR 2018 di berbagai kategori sektor usaha. Dan mayoritas mereka adalah perusahaan yang tercatat di pasar modal.

Kegiatan TOP CSR diselenggarakan oleh Majalah TOP Business (sebelumnya bernama majalah Business News Indonesia), yang bekerja sama dengan Komite Nasional Kebijakan Governance/KNKG, Masyarakat CSR Indonesia, SGL Management, Asia Business Research Center, Mitra Bhadra Consulting, Yayasan PAKEM, PPM Manajemen, Alvara, Indonesia CSR Society, Dwika Consulting, Sinergi Daya Prima, dan Solusi Kinerja Bisnis. 

Ketua Dewan Juri Top CSR 2018 yang juga ketua KNKG, Mas Achmad Daniri mengatakan, bahwa selain mendapatkan nilai tambah dalam presentasi dan wawancara penjurian, setiap peserta juga mendapatkan umpan balik tertulis untuk pengembangan CSR perusahaan di masa mendatang. “Maka tak heran jika kegiatan TOP CSR ini diiikuti oleh banyak perusahaan,” kata Mas Achmad Daniri.

Ia menambahkan, berbeda dengan tahun sebelumnya, proses penilaian TOP CSR ini juga menggunakan aplikasi SR Index 26000 SR. “Dengan aplikasi SR Index, setiap perusahaan peserta dapat mengukur tingkat adopsi CSR-nya terhadap ketentuan didalam ISO 26000 SR,” ujarnya. 

Program CSR sendiri, kata dia, tak hanya dilakukan dalam bentuk memberi bantuan ketika ada permasalahan sosial, namun kehadiran CSR lebih berperan sebagai solusi atas permasalahan sosial tersebut. 

"Jadi, perusahaan menjadi solusi atas penyelesaian masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup, melalui pendekatan bisnis, bukan sekedar memberikan bantuan sosial atau sumbangan," pungkasnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Puan Maharani, berharap kegiatan TOP CSR ini dapat disinergikan dengan program pemerintah, khususnya program pemberdayaan sosial dan pengentasan kemiskinan.

“Banyak persoalan sosial kemasyarakatan yang dapat dibantu penyelesaiannya melalui program-program CSR. Pemerintah akan dengan senang hati, untuk berdialog, berdiskusi, dan merumuskan sinergi dan kolaborasi CSR, untuk membantu pembangunan bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup,” kata Puan.

Dalam kesempatan yang sama, M Lutfi Handayani, ketua Penyelenggara TOP CSR 2018 yang sekaligus Pemimpin Redaksi majalah TOP Business menjelaskan bahwa penghargaan TOP CSR ini diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai berhasil dalam menjalankan program CSR yang berbasis ISO 26000 SR, keselarasan program CSR dengan strategi bisnis perusahaan, serta pendekatan CSV yang dilakukan.

Dalam kegiatan TOP CSR 2018 ini, juga diberikan penghargaan khusus terkait program CSR yang terkait dan mendukung program Nawacita, SDGs, dan program sosial dari berbagai kementerian dan instansi pemerintahan. (dra)
Diberdayakan oleh Blogger.