Header Ads

MA BDMS Latih Petani Kopi Lokal

Yulius Ferry dari Balittri sedang memberikan pemaparan tentang kopi dihadapan peserta. Foto: MA BDMS


MEDIACSRINDONESIA.COM – MALINAU SELATAN. Bertempat di di Balai Pertemuan Umum Desa Wisata Long Loreh, PT Mitrabara Adiperdana, Tbk. dan PT Baradinamia Mudasukses (MA BDMS) melaksanakan pelatihan Budidaya Kebun Kopi. Bekerja sama dengan Balittri (Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar) Sukabumi, acara yang dilaksanakan pada 3-4 Desember 2019 tersebut dihadiri ± 30 petani kopi lokal. Mereka berasal dari Desa Wisata Long Loreh, Desa Sengayan dan Desa Punan Gong Solok.

Pembangunan sebuah ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan saat ini memang menjadi fokus utama dalam kegiatan CSR MA BDMS. Sehingga acara tersebut mengusung tema Mengembangkan Produk Unggulan Desa Dengan Komoditas Lokal. 

Malinau merupakan salah satu daerah penghasil kopi yang layak diberikan perhatian, karena memiliki sebuah potensi untuk terus dikembangkan. Namun memang perlu disadari bersama bahwa eksistensinya masih kalah dengan daerah lain. MA BDMS sendiri selaku perusahaan yang berada di wilayah Malinau selatan yang disekelilingnya terdapat perkebunan kopi, memiliki tanggung jawab sosial untuk mengembangkan potensi yang ada. 

Bimbingan teknis ini merupakan pelatihan kedua, dan menjadi bagian dari rangkaian strategi dalam menyejahterakan masyarakat desa. Perbedaan dengan pelatihan yang pertama adalah kali ini petani lebih belajar banyak tentang proses hulunya, yaitu pengelolaan kebun. Untuk mendapatkan kualitas kopi yang baik, proses pengelolaannya di kebun juga harus dengan proses yang benar.

Bimbingan teknis menggunakan dua metode pengajaran, yaitu teori dan praktek. Proses pengajaran difasilitasi oleh narasumber dari Balittri Sukabumi yaitu Eko Heri Purwanto, STP, M.Sc dan Ir. Yulius Ferry. 

Pada hari pertama peserta diberikan pembekalan teori tentang jenis-jenis kopi, perawatan, hingga teknik peremajaan dan pengolahan biji kopi pasca panen. Sedangkan hari kedua peserta melakukan praktek peremajaan kopi menggunakan stek tunas di salah satu kebun petani kopi di Desa Sengayan.

Petani melakukan praktek peremajaan kopi dengan metodi stek tunas Foto: MA BDMS


“Besar harapan kami bahwa bimbingan teknis ini terdapat output yang nyata bagi petani kopi lokal. Sehingga mereka bisa mendapatkan hasil ekonomi yang lebih baik. Dengan begitu dapat hidup sejahtera dan mandiri. Tentu memang tidak mudah untuk mewujudkannya. Akan banyak tantangan yang dihadapi kedepannya. Kami dari Departemen CSR MA BDMS berkomitmen untuk mendampingi para petani dalam setiap proses yang dijalankan,” ujar I Gede Agus S, Dept. Head CSR PT MA BDMS.

Daniel Daring Balang, Camat Malinau Selatan, menyampaikan dalam sambutannya agar bimbingan teknis yang diberikan agar bisa memberikan manfaat yang baik bagi para petani sehingga bisa menghasilkan kopi yang berkualitas. 

“Kebun kopi ini bisa berpeluang menjadi destinasi wisata bila dikelola dengan baik, maka buat peluang itu menjadi nyata sehingga bisa menjadi salah satu PAD (Pendapatan Asli Daerah) di desa. Peran antar pemangku kepentingan harus lebih dimaksimalkan dengan baik sehingga komoditas kopi ini bisa menjadi produk unggulan desa,” tutup Daniel. (Endra)

Diberdayakan oleh Blogger.