Header Ads

PT GSK Melakukan Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani

PT GSK dan KWT Tulip foto bersama dengan latar belakang kandang ayam broiler. 


MEDIACSRINDONESIA.COM – LANDAK. PT Gemilang Sawit Kencana (GSK) memberikan bantuan ayam broiler dalam bentuk budidaya. Bantuan diberikan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Tulip, Desa Kumpang Tengah, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat pada Minggu (16/2/2020).

PT GSK yang merupakan salah satu anak usaha HPI Agro, tetap terus berkomitmen untuk melakukan program-program CSR. Ini sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Budidaya ayam broiler merupakan wujud dari program kemandirian ekonomi yang diusung PT GSK. Dan salah satu dari tiga pilar yang selalu diusung perusahaan, yakni ekonomi, pendidikan dan kesehatan, serta lingkungan.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh pimpinan PT GSK, I Ketut Agus Mudana kepada Ketua KWT Tulip, Lisa Permata Sari, S.Pd. Turut disaksikan oleh Kepala Desa Kumpang Tengah, Martius.

"Saya sangat mendukung program CSR yang seperti ini, masyarakat tidak hanya diberi bantuan tetapi juga diberi pendampingan. Sehingga program CSR dapat terealisasi dengan baik," tutur Kepala Desa Kumpang Tengah Martius yang sekaligus pembina KWT Tulip.

Lanjut Kades. Program CSR dari PT GSK ini tidak hanya berdampak positif bagi kelompok tani, tetapi juga dapat menjadi percontohan bagi masyarakat lain.

"Ini dibuktikan sudah beberapa warga yang mulai membudidayakan ayam ras tersebut secara mandiri. Dan tak lupa saya ucapkan terima kasih untuk PT GSK yang sudah berkontribusi aktif dalam program-program CSR," ungkapnya.

Sementara itu I Ketut Agus Mudana mengungkapkan bahwa itu merupakan bentuk komitmen PT GSK untuk terus memberikan bantuan-bantuan CSR secara tepat sasaran bagi masyarakat sekitar.
"Masyarakat harus diarahkan pada pola pemikiran positif khususnya terkait kemandirian ekonomi. Sehingga mereka dapat berkembang maju beriringan dengan perusahaan," terang I Ketut 

Lanjut I Ketut. Program budidaya ayam broiler kali ini, pihaknya tidak hanya memberi bantuan berupa modal budidaya, tetapi juga mempersiapkan segala sesuatunya dengan pendampingan secara berkelanjutan hingga proses pemasarannya.

"CSR kami tak hanya pada program kemandirian ekonomi, tetapi kami juga akan terus berkontribusi aktif pada CSR lainnya, sesuai dengan pilar CSR perusahaan. Dengan harapan dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat sekitar," tutup I Ketut. (Endra)




Diberdayakan oleh Blogger.