Header Ads

PT Pertamina Lubricants Dukung Pembentukan Kampung Tangguh Semeru


Peresmian Kampung Tangguh oleh pemerintah dan PT Pertamina Lubricants

Mediacsrindonesia.com - Gresik. PT Pertamina Lubricants, melalui salah satu pabrik pelumasnya Production Unit Gresik (PUG) turut berkontribusi dalam pembentukan Kampung Tangguh Semeru di Kelurahan Sidokumpul, Gresik. Kampung Tangguh tersebut diresmikan pada 7 Juli 2020 oleh Wakil Bupati Kabupaten Gresik, Dr. Mohammad Qosim, Waka Polres Gresik, Kompol Dhyno, dan Perwakilan Dandim 0817 Gresik, Lettu (Inf) Toyib.

Turut hadir dalam peresmian terdapat Production Unit Manager PUG PT Pertamina Lubricants Dody Arief Aditya, Camat Kecamatan Gresik Purnomo, Kapolsek Gresik Kota AKP Inggit Prasetyanto, Perwakilan Danramil Gresik, dan Lurah Sidokumpul Sulaiman Rasyid. Juga hadir dari bidang kesehatan seperti Kepala UPT Puskesmas Industri dr. Widyadiningsih Qosim, serta Kepala UPT Puskesmas Alun-Alun Gresik, drg. Anisah Machmudah.

Kampung Tangguh merupakan kampung tanggap Covid-19 yang mandiri dan menyediakan Pusat Komando. Yang berfungsi sebagai pusat informasi dan sistem pangamanan kampung yang efektif. Selain itu juga terdapat sarana dan fasilitas pendukung yang mencukupi serta memadai. 

Kampung Tanggung ini dijalankan oleh Sumber Daya Tenaga Tim Relawan Khusus (TRK) dan di dukung oleh berbagai pihak seperti Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat. Mereka melakukan berbagai upaya penanganan Covid-19, antara lain penanganan dan evakuasi pasien, pemulangan dan pemakaman jenazah sesuai dengan protokol Covid-19, serta menyediakan layanan konseling psikologi untuk pasien PDP, ODP dan OTG. Tidak hanya itu, Kampung Tangguh juga menyediakan lumbung pangan yang mengedepankan gotong royong untuk membantu warga yang melakukan isolasi mandiri. 

Dody Arief Aditya mengatakan bahwa PT Pertamina Lubricants terus berkomitmen untuk berkontribusi kepada masyarakat yang terdampak saat pandemi Covid-19 dan Kampung Tangguh ini memiliki peran yang penting untuk mengawal masyarakat dimasa sulit ini. 

Untuk mengoptimalkan jalannya Kampung Tangguh ini, PUG turut menyediakan 30 tempat cuci tangan, thermogun, dan materi komunikasi untuk mengkampanyekan Covid-19. Isi materi seperti informasi gejala klinis, penularan, tips pencegahan, dan sosialisasi langkah cuci tangan yang baik. 

"PUG juga telah memberikan 48 paket sembako yang ditujukan bagi pasien dan keluarga yang melakukan karantina mandiri dan disalurkan melalui Satgas Covid-19 Kelurahan Sidokumpul seminggu sekali. Ditambah lagi, PUG juga memberikan tanaman hidroponik serta budikdamber (budidaya ikan lele dalam ember) untuk ketahanan pangan serta memfasilitasi penggantian oli gratis untuk lebih dari 40 kendaraan TRK Satgas Covid-19 yang bertugas," papar Dody.

Wakil Bupati Gresik sedang meninjau bantuan PT Pertamina Lubricant dalam bentuk budikdamber dan hidroponik.

Selama pandemi Covid-19, PUG telah berperan untuk membantu meringankan beban masyarakat melalui penyaluran berbagai bantuan. Diantara bantuan tersebut seperti masker N95 sebanyak 400 pcs melalui Satgas Covid-19 Kabupaten Gresik, bantuan logistik sebanyak 321 paket sembako, 10 alat penyemprotan disinfektan, 10 paket baju APD, 66 buah Hazmat Suit, 9 thermogun, 180 masker anak, 177 tempat cuci tangan, dan 740 liter cairan disinfektan ke desa Pulopancikan dan Sidokumpul.

Dody melanjutnya, “Untuk masyarakat wilayah Ring 1 pabrik yang terkena dampak Covid-19 seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), PT Pertamina Lubricants membantu dengan membuka lapangan pekerjaan dengan kegiatan kewirausahaan yaitu pembuatan dua unit usaha yakni unit usaha persewaan alat pesta dan barbershop.”

Tidak hanya itu. Selama pandemi, PUG berupaya untuk tetap menjaga roda perekonomian unit usaha binaan CSR Ring 1. Dengan mendukung berbagai inovasi di Warung Kopi Sampah, Kampung Markisa, Pengelolaan Mebel Drum Bekas Non-B3, dan bengkel Enduro Express guna memperoleh pendapatan. 

PUG terus menaati dan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 di lingkungan pabrik selama masa PSBB dan selama masa transisi menuju tatanan new normal. Diantara protokol tersebut seperti pelaksanaan rapid test, pemakaian masker, physical distancing, pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki area pabrik, penyediaan fasilitas tempat cuci tangan tambahan, dan juga disinfeksi area pabrik setiap dua kali seminggu. (Endra)
Diberdayakan oleh Blogger.