Header Ads

Ulasan Buku CID, Catatan Inspiratif Praksis CSR dalam Pengembangan Masyarakat


Dunia Corporate Social Responsibility (CSR) terutama bidang Community Involvement and Development (CID) merupakan bidang yang mengombinasikan antara dunia teori dan empiris. Tidak bisa parsial.

Untuk memahaminya, tidak cukup hanya sekedar membaca teori. Atau hanya berdasarkan pengalaman saja.

Melalui buku yang diberi judul "CID: Catatan Inspiratif Praksis CSR dalam Pengembangan Masyarakat" yang ditulis oleh Ditto Santoso ini, menyajikan kumpulan tulisan yang diolah dari hasil pengalaman, refleksi, dan pembelajaran yang telah dilalui dalam CSR, terutama dalam hal pelibatan dan pengembangan masyarakat. Yang itu semua tidak hanya dikemas dalam cerita empiris saja. Melainkan terdapat banyak basis teori dan rujukan. 

Sehingga kita bisa mencoba memahami CSR, terutama CID, melalui  37 tulisan lepas yang dibagi dalam tiga kelompok besar ini menjadi lebih komprehensif.  Apalagi pembahasannya mulai dari aspek implementasi hingga teori, dinamika di top manajemen hingga pelaksana lapangan. Jadi memiliki gambaran yang lebih utuh.

Ditto yang merupakan seorang profesional di bidang tanggung jawab sosial perusahaan ini juga ternyata penulis yang handal. Teori CSR yang mengawang, lalu dipadukan dengan praktek di lapangan itu mampu dikemasnya dengan tulisan yang enak dibaca. Setiap judul tulisan hanya 3-4 halaman saja dibuatnya. Dan bisa dibaca terpisah, sesuai mana judul yang menarik untuk dibaca terlebih dahulu.

Dengan buku setebal xxiv+166 halaman yang diterbitkan oleh Rumah Bangga pada Juni 2020 ini, oleh Maria R. Nindita Radyati selaku pendiri MM-Sustainability Universitas Trisakti mengatakan bahwa ruang lingkup buku ini cukup kaya. Mulai dari pengenalan tentang CSR, community development, CSV, SDG, sustainable livelihood framework, dan masih banyak lagi.

Sonny S. Sukada, Executive Director of CCPHI Partnership for Sustainable Community, dalam pengantarnya menerangkan bahwa melalui buku CID ini, Ditto merefleksikan dunia CSR dan dinamikanya secara sederhana. Disampaikan secara ringan terasa seperti menikmati cemilan sepanjang perjalanan dari Sumatra sampai Papua. Dan yang tidak kalah penting, penulis mengajak pegiat CID untuk bergandengan tangan dengan para pemangku kepentingan untuk mencapai sebuah kondisi yang diidam-idamkan. (Endra).

Diberdayakan oleh Blogger.