Header Ads

Charity, Community Development, dan Social Enterprise

 

Oleh: Endra Kusnawan


Corporate Social Responsibility (CSR) atau dalam terjemahan bebasnya yakni Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, merupakan suatu istilah yang ada di perusahaan. CSR ini bisa disebut sebagai suatu perbuatan baik perusahaan ke masyarakat, kewajiban perusahaan terhadap masyarakat, tanggung jawab perusahaan atas dampak, mengatasi risiko sosial, atau hanya sekedar menjalankan peraturan dari pemerintah.

Bicara tentang bentuk program CSR, setidaknya ada tiga bentuk yang cukup popular, yakni Charity, Community Development, dan Social Enterprise. Apa perbedaan dari ketiganya?


Charity

Charity atau juga dikenal dengan nama philanthropic atau donasi. Program yang murah, mudah, cepat, dan popular. Berdampak pendek dan singkat. 

Contoh program Charity. Perusahaan memberikan 100 ekor ayam ke 10 orang. Dengan demikian, per orangnya mendapat 10 ayam. Tentukan hari h untuk penyerahan bantuan. Undang tokoh masyarakat dan media. Cekrak-cekrek, selesai hari itu juga. Dimuat di media hanya sekali.

Faktor yang perlu dipahami dalam program ini adalah membuat masyarakat cenderung menjadi peminta-minta, perusahaan seperti mesin ATM bagi masyarakat, jika perusahaan tutup kondisi masyarakat tidak berubah, nyaris tidak ada dampak positif bagi masyarakat secara jangka panjang dan berkelanjutan.


Community Development

Bentuk program ini biasa disingkat dengan nama ComDev, yang terjemahan bebasnya adalah pemberdayaan masyarakat. Tujuannya agar menciptakan kondisi masyarakat yang mandiri. 

Program yang lebih rumit, mahal, lama, namun berdampak besar bagi masyarakat jika dibandingkan dengan program Charity.

Contoh program ComDev. Perusahaan memberikan 100 ekor ayam ke satu orang yang memiliki satu anak buah. Lama program adalah tiga bulan. Selama waktu tersebut, perusahaan memberikan pelatihan terhadap si peternak dengan berbagai macam materi. Mulai dari cara memelihara, menjual, promosi, branding, mind set pengusaha, hingga pembukuan.

Faktor yang perlu dipahami dalam program ini adalah waktu yang lebih lama, biaya yang lebih besar, butuh perhatian lebih intens terhadap masyarakat, terdapat kecemburuan sosial, hanya memperkaya si pemilik usaha saja tetapi tidak pegawainya.


Social Enterprise 

Social Enterprise atau usaha sosial ini termasuk bentuk program CSR yang baru. Social Enterprise merupakan salah satu bentuk pengejawantahan dari program Creating Shared Value (CSV). CSV arti sederhananya adalah melibatkan masyarakat dalam rantai pasok perusahaan.

Program yang lebih rumit, kompleks, mahal, lama, namun berdampak besar, luas, dan berkelanjutan bagi masyarakat juga perusahaan dibandingkan dengan program ComDev. Programnya akan jauh lebih baik jika itu terkait dengan rantai pasok perusahaan.

Contoh program Social Enterprise. Perusahaan memberikan 100 ekor ayam ke satu kelompok. Lama program adalah enam bulan. Di kelompok tersebut terdapat anggota yang khusus mengurus terkait pakan ternak, mengurus telurnya, pembuatan kandang, pembesaran, manajerial, dan usaha turunannya. 

Tempat anggota menjalankan usaha, bisa di tempat mereka masing-masing. Meski jenis pekerjaan, tempat, dan tugas yang berbeda, namun mereka terintegrasi. Terhubung antara satu dengan lainnya.

Terkait dengan peningkatan kapasitas, bisa secara parsial yang disesuaikan dengan tupoksi anggota, atau bisa secara umum. Satu anggota dengan usahanya tersebut bisa dijadikan sebagai satu UMKM tersendiri. 

Hasil usaha bisa dijual ke perusahaan atau ke tempat lain. Namun lebih baik jika perusahaan yang membuat program lah yang menyerap pasar. Tidak masalah jika tidak rutin, yang penting ada bentuk apresiasi.

Faktor yang perlu dipahami dalam program ini adalah waktu yang lebih lama, biaya yang lebih besar, butuh perhatian lebih intens terhadap masyarakat, lebih banyak melibatkan individu dan institusi.



Diberdayakan oleh Blogger.