Header Ads

PT Kliring Berjangka Indonesia Raih Penghargaan Dari Kementerian BUMN Dalam Ajang BCOMSS

 

Tampak dalam gambar (kiri-kanan) ; Erick Thohir (Menteri BUMN),  Fajar Wibhiyadi (Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Najwa Shihab (Juri), serta J.Ansye Sopacua (Juri), disela-sela acara Penyerahan Penghargaan Corporate Communications and Sustainability Summit 2021 (BCOMSS 2021).


Mediacsrindonesia.com - Jakarta. PT Kliring Berjangka Indonesia/KBI (Persero) meraih penghargaan untuk kategori Sustainability; Small Medium Enterprise Development di ajang BUMN Corporate Communications and Sustainability Summit 2021 (BCOMSS 2021) yang diselenggarakan Kementerian BUMN di Jakarta pada 29 Januari 2021.

BCOMSS 2021 merupakan ajang penghargaan yang dilakukan Kementerian BUMN terhadap program-program kerja terbaik yang dilakukan perusahaan BUMN, Perusahaan dengan Kepemilikan Negara Minoritas (PKNM), dan Anak Perusahaan BUMN Strategis di bidang komunikasi dan sustainability. Pihak yang menjadi juri, seperti  Menteri BUMN Erick Thohir, jurnalis senior Najwa Shihab, akademisi dan praktisi komunikasi Effendi Ghazali, serta dua akademisi dan praktisi sustainability yaitu Maria N. Radyati dan Juliati Ansye Sopacua. 

Penghargaan kepada KBI diberikan atas inisiasi yang dilakukan dengan menjalankan program Integrated Farming System (IFS). Program pengembangan usaha peternakan berbasis ramah lingkungan dan sumber energi terbarukan di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.  Penghargaan atas program tanggung jawab sosial masyarakat (Corporate Social Responsibility/CSR) KBI ini, diserahkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir kepada Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesa (Persero), Fajar Wibhiyadi 

Fajar Wibhiyadi mengatakan bahwa penghargaan tersebut tentunya akan menjadi pendorong bagi KBI untuk terus menjalankan program Tanggung Jawab Sosial Masyarakat secara berkelanjutan, serta memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. 

"Dalam kapasitas KBI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satu tugas KBI adalah turut serta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program IFS ini, para peternak akan mendapatkan nilai dan manfaat ekonomi yang sangat membantu meningkatkan taraf kehidupan mereka,” lanjut Fajar

IFS pada intinya adalah sistem yang terpadu dan terintegrasi yang memanfaatkan limbah peternakan menjadi energi terbarukan yaitu biogas. Selain itu, dengan konsep ini, peternak secara terintegrasi mendapatkan pupuk kandang untuk pertanian dan perkebunan, serta pengembangan pangan lokal yang dikelola oleh kelompok wanita tani. 

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program CSR ini, KBI bekerjasama dengan Departemen Teknik Pertanian & Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

“Dengan adanya program IFS ini, harapan kami tentunya adalah dapat meningkatkan kemampuan peternak dalam pengelolaan usaha agribisnis peternakan. Selain itu, dapat menciptakan Integrasi agribisnis peternakan dengan pengembangan pangan lokal dan potensi wisata daerah,” jelas Fajar lagi.

Program pengelolaan limbah peternakan ini telah memberikan manfaat kepada beberapa kepala keluarga di Kecamatan Piyungan, serta kelompok ternak di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari sisi nilai manfaat dan ekonomi, program IFS telah menghemat rata-rata Rp 60.000,- per bulan untuk pembelian gas di setiap kepala keluarga, serta pendapatan dari penjualan pupuk kandang, Rp8 000,- per kantong. Selain itu, program ini juga memberikan dampak berkelanjutan berupa investasi hewan ternak kepada para peternak. 

Terkait program IFS yang dijalankan KBI, Yuniati Gunawan, CSR Expert dari Universitas Trisakti yang juga sebagai Advisor untuk International Finane Group (World Bank) mengatakan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat di KBI, yaitu Integrated Farming System,  sudah mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan target dan kegiatan yang terencana. Tata waktu juga sudah dibuat. 

"Kedepan perlu dikembangka road map-nya, hingga exit strategy program-nya. Selain itu, Dukungan pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dapat ditambahkan dengan masing-masing target dan strategi pencapaiannya. Program IFS yang dilakukan KBI ini, tentunya dapat memotivasi korporasi lain untuk menjalankan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang berkelanjutan,” tutup Yuniati. (Endra)



Diberdayakan oleh Blogger.