Header Ads

Perusahaan di Bekasi Harus Beri Perhatian ke Kali



Mediacsrindonesia.com - Bekasi. Komunitas Save Kali Cikarang (KSKC) melakukan audiensi ke sejumlah instansi pemerintah terkait masalah banjir di Kabupaten Bekasi pada Rabu (03/03/2021). Dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD. 

Banjir yang terjadi di Kabupaten Bekasi pada Sabtu, 20 Februari 2021 telah melanda 17 kecamatan dan 40 desa. Banjir yang merupakan akumulasi pembiaran bertahun-tahun terhadap kali. Mulai dari penyempitan daerah aliran sungai, sedimentasi, minimnya perawatan tanggul, dan pembuangan sampah.

"Diantara penyebab banjir di Bekasi adalah tidak lepas dari keberadaan pabrik. Mereka pasti membutuhkan air dalam kegiatan produksi. Air yang digunakan banyak mengambil dari air kali. Jadi jangan hanya memanfaatkan saja. Tapi juga wajib menjaga kali dan ekosistemnya," ungkap Dedi Kurniawan, Ketua Harian KSKC.

Tata Saputra dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bekasi yang dijumpai oleh Tim KSKC di ruang kerjanya, mendukung apa yang dilakukan oleh KSKC. Penyelamatan lingkungan, terutama daerah aliran sungai merupakan kewajiban semua pihak, terutama pabrik-pabrik yang berada tidak jauh dari kali.

"Kawasan industri yang dilewati kali harus melakukan penghijauan. Dana Corporate Social Responsibility (CSR) digunakan untuk penanaman pohon di bantaran kali. Sehingga dapat mengurangi pencemaran udara dan mencegah banjir," jelas Tata Saputra.

Muhammad Said selaku Kabid Pencegahan dan Kesiapsediaan BPBD Kabupaten Bekasi menegaskan bahwa pabrik-pabrik di Bekasi anggaran CSR nya harus ada yang terkait dengan kali. Karena bencana nomor satu di Bekasi adalah banjir. Sedangkan banjir terjadi akibat meluapnya kali. 

"Perusahaan yang berada di bantaran kali harus jelas kontribusi terhadap kali," tegas Said.


Dalam pertemuan BPBD dengan KSKC tersebut, terjalin kesepakatan bahwa akan dibentuk Sekolah Sungai di Posko KSKC. BPBD akan mendukung dalam bentuk fasilitas dan program. 

Sekolah Sungai sendiri merupakan wadah untuk melakukan edukasi keberbagai pihak terkait dengan sungai. Termasuk tempat pelatihan para relawan terkait dengan kebencanaan banjir. (Endra)


Diberdayakan oleh Blogger.