Header Ads

Santri Berdaya Saing Melalui Program Enduro Sahabat Santri

 


Mediacsrindonesia.com -Tangerang. Sebagai bentuk kontribusi nyata untuk membentuk generasi muda unggul Indonesia sekaligus sebagai langkah dalam membangun usaha bengkel otomotif yang terintegrasi, PT Pertamina Lubricants (PTPL) kembali menjalankan program Enduro Sahabat Santri (ESS) di Yayasan Pendidikan Islam Darul Falakiyah, Tangerang (3/12). 

Mulainya program ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PTPL dan Yayasan disertai dengan peresmian Bengkel Enduro Express "Bejo Racing Motor Enduro". 

Bengkel diresmikan oleh PTPL bersama Kepala Yayasan Pendidikan Islam Daarul Falahiyyah Ustad Imron dan disaksikan secara langsung oleh Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading (C&T) PT Pertamina (Persero) Irto Petrus Ginting,  Koordinator Kemitraan Direktorat Bina Kelembagaan Pelatihan Vokasi Pendy S. T, Koordinator Bidang Program dan Evaluasi Balai Besar Peningkatan Produktivitas Lucia Hartiningtyas M, M.Kom, M.M, Ketua FKN BLK Komunitas Kementerian Ketenagakerjaan RI Gus M Ghozi Alfatih dan Wakil Ketua Bidang Kemitraan FKN BLK Komunitas Kementerian Ketenagakerjaan RI Zainul Arifin. 

ESS merupakan program pengembangan ilmu wirausaha (entrepreneurship) dan penerapan ilmu teknis otomotif di bidang perbengkelan roda dua dimana para santri akan di asah kemampuannya dalam berbisnis, berjualan dan memasarkan produk dan jasa (sales & marketing) dan menekuni ilmu teknis sebagai mekanik bengkel. 

Program ini adalah inovasi yang memberikan kesempatan kerja bagi para santri sehingga mereka mampu memiliki daya saing tinggi serta menjadi bagian dari motor roda perekonomian nasional.   

MoU dan bantuan pendirian bengkel ini  merupakan upaya sinergi Pemerintah, komunitas, dunia usaha dan dunia industri (Dudi) dalam meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia yang unggul dengan mendekatkan akses pelatihan bagi masyarakat.  Dalam hal ini, PTPL menjalankan program ESS bekerja sama dengan FKN BLK Komunitas kementrian Ketenagakerjaan RI, dan pesantren.  

Sebelumnya program percontohan (pilot project) ESS telah dijalankan di Pesantren Majelis Ilmu Rahmatan Lil'Alamin, Cibubur, Jakarta Timur pada September 2021. 

Irto Petrus Ginting menyampaikan bahwa, PTPL sebagai anak perusahaan mendapat dukungan penuh untuk menjalankan program ini. 

"PT Pertamina Patra Niaga memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis Creating Shared Value (CSV) ESS ini. Hal ini kami lakukan sebagai tanggung jawab Pertamina kepada masyarakat, dimana kami hadir sebagai salah satu motor penggerak perekonomian bangsa. Program ini tidak semata-mata memberikan bantuan materi namun kami memberikan kail yang dapat menciptakan kemandirian sebagaimana salah satu pilar program TJSL kami yaitu Program Pertamina Berdikari yang memiliki misi untuk mendorong agar masyarakat bisa mandiri," ucapnya. 

Irto menambahkan dengan harapan bahwa kolaborasi bersama dengan yayasan/pesantren dan Kementerian Ketenagakerjaan RI dapat dijalankan secara berkelanjutan dan direplikasi di daerah lain atau di kegiatan lainnya, sesuai dengan roadmap TJSL Pertamina di tahun yang akan datang,”tutupnya. 



Ustadz Imron dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pertamina dan PTPL yang telah memfasilitasi dan mewadahi para santri untuk menggali potensi jiwa entrepreneur dalam bidang perbengkelan otomotif roda dua. Dia berkomitmen akan menjadikan bengkel Enduro Express Bejo Racing Motor Enduro menjadi bengkel percontohan yang dapat direplikasi di bengkel ESS lainnya di Indonesia. 

Koordinator Kemitraan Direktorat Bina Kelembagaan Pelatihan Vokasi Pendy S. T dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai bagian dari Pemerintah Republik Indonesia memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada PTPL atas kolaborasi kemitraan terkait pengembangan kewirausahaaan ini. 

"Kami berharap BLK Komunitas kedepan bisa mandiri dan tidak bergantung kepada APBN maupun APBD, sehingga mampu untuk membiayai BLK Komunitas sendiri, dan pasca pelatihan (pencari kerjanya) dapat berwirausaha secara mandiri," jelasnya.

Saat ini Kementerian Ketenagakerjaan RI telah mendirikan lebih dari 2.000 BLK Komunitas dengan berbagai bidang keahlian. 

Melalui sinergi ini diharapkan program dapat dijalankan secara masif dengan tersedianya 200 BLK komunitas Kejuruan Otomotif Sepeda Motor yang dapat bekerja sama dengan PTPL kedepannya, sehingga santri maupun masyarakat sekitar pesantren dapat menerima manfaat dari program ini. 

Program ini sejalan dengan komitmen ESG (Economic, Social, & Governance) Pertamina yaitu Go Sustainable dan Go Collaborative yakni membangun kolaborasi baik di lingkungan internal dan eksternal dan menghadirkan pendidikan berkualitas yang berkelanjutan, serta sebagai wujud kontribusi PTPL dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan nomor 8 yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. (Endra)

Diberdayakan oleh Blogger.